My photo
sukaa bgt baca novel, suka bikin puisi, klo ga bs ngungkapin apa yg lagi dirasaain biasanya bikin puisi ^-^

Quotes

“Ada banyak hal sederhana yang mampu membuat hidup menjadi lebih hidup, mampu menjadi hidayah dan hikmah, let’s find it !! “

Followers

Sunday, January 30, 2011

Wanita yang Pertama Masuk Surga

Pada suatu kesempatan, pimpinan para bidadari-bidadari Syurga sekaligus istri khalifah ke-4 yang tidak lain adalah Fathimah radhiallahu ‘anha bertanya kepada ayahandanya, yakni Abul Qashim, Rasulullahi sallallahu ‘alaihi wassalam sendiri mengenai syurga, …“ Wahai ayahku, siapakah wanita pertama yang nantinya akan memasuki syurga pertama kali..? ”.

Maka rasulullahi sallallahu ‘alaihi wassalam menjawab, “dia adalah Mutiah”. Mendengar jawaban ayahanda, fathimah seketika kaget Nabi tidak menyebutkan namanya, akan tetapi nama yang gharib (asing) terdengar dan sekaligus penasaran, siapakah gerangan Mutiah yang dijanjikan oleh ayahnya akan memasuki Syurga pertama kali dari golongan wanita.

Maka bulatlah tekad fathimah untuk mencari tahu bagaimana bisa wanita ini mendapatkan ‘penghargaan terbaik’ yang banyak diperjuangkan oleh wanita bahkan seluruh wanita yang pernah hidup di kolong langit Allah ini. Maka ia meminta izin pamit dari sang suami, yakni ‘Ali bin Abi Thalib (Abu Thurob) untuk mengecek perihal kabar yang membuatnya penasaran ini, sambil ia membawa putranya Hasan bergegas menuju ke rumah wanita tersebut.


Alkisah…setelah melewati perjalanan yang panjang, akhirnya fathimah menemukan lokasi rumah yang dimaksud, maka tanpa buang-buang waktu ia langsung mengucapkan salam minta izin untuk diberikan bertamu. Maka terdengarlah dari dalam rumah suara seorang wanita yang menyahut.. “siapa…?” , maka fathimah menjawab, “saya…fathimah…”, mendengar jawaban tersebut sang wanita rumah sangat senang sekali, bayangkan saja, di Madinah, siapa yang tidak tahu fathimah, putri tercinta dari makhluk terbaik yang Allah subhanahu wata’ala utus ke bumi. Lalu berkatalah wanita ini kepada fathimah,…”engkau sendiri wahai fathimah..?”, dijawab, “..dengan hasan (putraku)…”, mendengar jawaban itu, wanita ini kaget dan dengan sangat menyesal berkata kepada fathimah, “…maaf wahai fathimah, aku tidak bisa menerima tamu pria, aku harus minta izin dahulu dari suamiku untuknya…, jika engkau tidak keberatan, datanglah esok..”, mendengar jawaban itu, fathimahpun pulang, dengan tangan kosong, karena ia tidak diizinkan masuk lantaran membawa putra kecilnya, hasan.


Bayangkan hanya pria kecil yang tidak faham dengan aurat, syahwat atau yang semisalnya pun tidak diizinkan masuk, … bandingkan dengan kita, tentu ini menjadi suatu pelajaran yang berharga sekali bagi kaum muslimin, khususnya kaum muslimat yang bertugas dalam menjaga rumah suaminya. Kita lanjutkan…

Esoknya, fathimahpun datang bersama hasan di temani adiknya husein yang umur lebih muda dari hasan, ketika sampai di depan rumah, fatimahpun mengucapkan salam untuk diizinkan bertamu, lalu wanita dari dalam rumah ini menjawab salam fathimah sambil berkata, “engkaukah itu fathimah dengan si kecil Hasan?..” , maka dijawab, “ya…dengan hasan dan husein (saudara hasan)..”, mendengar jawaban fathimah itu, si wanita ini kembali kaget dan dengan menyesal kembali ia harus mengatakan, “…kenapa engkau tidak berita tahu aku kemarin, aku hanya mendapati izin bagi si kecil hasan, tidak dengan husein, jika engkau berkenan..datanglah esok, aku akan mintakan izin bagi husein juga…”.

Perhatikan sekali lagi, siapa husein? Adiknya hasan yang umurnya lebih muda dan lebih tidak faham lagi dengan aurat-aurta wanita tapi tetap saja ditolak dengan lemah lembut lantaran belum mendapatkan izin dari sang tuan rumah yaitu suami Mutiah sendiri.

Esoknya, fathimah, hasan dan husein kembali datang ke rumah wanita ini, seperti biasa diawali dengan salam, lalu dijawab dengan salam pula dan kali ini fathimah diizinkan masuk, … ketika fathimah masuk ke dalam rumah sederhana itu, dilihatnya ternyata isi rumahnya begitu sederhana, perabotan-perabotannya juga sangat sederhana meskipun begitu tertata dengan rapi dan anehnya rumah itu seolah-olah mendatangkan ketenangan di dalam hati orang-orang yang memasukinya, begitu yang dialami fathimah dan ke-2 putranya hasan husein yang begitu senang bermain-main pelataran yang sempit itu, biasanya mereka tidak begitu betah berlama-lama tapi tidak kali ini.

…akan tetapi wanita ini ternyata sedang sibuk dengan pekerjaan rumahnya, iapun berkata, “.., maafkan aku karena tidak bisa bermain dengan hasan husein, karena aku sedang mempersiapkan keperluan-keperluan rumah sebelum suamiku nanti pulang… fathimah-pun bisa maklum. Dilihat fathimah wanita ini menata sendiri makanan-makanan yang ia persiapkan di ruang makan, anehnya disamping makanan itu ada semacam rotan kayu yang juga dipersiapkan wanita ini untuk suami tercinta. Lalu fathimahpun penasaran dan kemudian bertanya, “wahai sudaraku, untuk apakah gerangan rotan yang engkau letakkan tepat disebelah hidangan itu..?” , maka wanita ini tersenyum,…lalu menjawab, “..ah..tidak ada apa-apa, hanya untuk mengukur pelayananku saja, jika nanti suamiku pulang, lalu aku akan tanyakan padanya: ‘bagaimana suamiku? Apakah engkau senang / ridho dengan masakanku?’ jika dijawab : ‘Ya..’, maka tidak akan terjadi apa-apa, sebaliknya jika jawabannya ‘Tidak’, maka aku sediakan rotan itu untuk menghukum / mencambuk ku yang tidak becus / pandai melayaninya…”.

Mendengar jawaban itu, fathimahpun kagum sambil bergumam di hati : “…subhanallah, alangkah ta’atnya wanita ini kepada suaminya…”, lalu fathimah bertanya, “apakah suamimu yang memerintahkan disediakannya rotan ini? ” , maka wanita ini kembali tersenyum manis sambil berkata, “tidak, suamiku adalah hamba yg ta’at kepada Allah, akan tetapi ini adalah inisiatifku sendiri, agar aku terpacu untuk bisa memberikan layanan terbaikku padanya… ”.

Setelah beberapa saat, fathimah dan anak-anaknya minta izin untuk pulang dan barulah fathimah dapat tahu memang benar apa yang dikatakan ayahandanya, bahwa wanita inilah yang akan memimpin wanita-wanita muslimah memasuki syurga.


Jadi, bagi kaum muslimah yang dirahmati Allah subhanahu wata’ala, jika ingin memasuki syurga dengan jalan pintas sebagaimana jalannya mobil di atas jalan tol, maka datangilah pintu berbakti kepada suami, karena ia benar-benar akan mengantarkan seorang istri ke syurga yang Allah janjikan keni’matan yang belum pernah terdenting di hati, belum juga terlihat oleh mata dan belum terdengar oleh telinga.

Semoga Bermanfaat.
Wallahu a'lam.
Read More...
separador

Saturday, January 29, 2011

Kisah yang Tidak Menggurui

Assalamu'alaimu Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh
satu lagi cerita dari negeri Al-Azhar
betapa seorang bocah dapat dengan "cerdas" menyampaikan. Bagaimana dengan kita?
moga bermanfaat
Wassalam

Cerita ini dari Mesir. Pencerita bilang dia lagi shalat tahiyatul masjid, khusu’nya keganggu oleh bau asep rokok yang kuat banget, setelah salam dia tahu dimana asal bau itu, dari orang yang bibirnya saja item karena rokok. Dia ngomong ke dirinya, “nanti selesai solat gue mao ngomong ama tuh orang.” Tapi mendadak ada anak kecil sembilan tahunan masuk mesjid, duduk disamping perokok itu. Dan si anak itu mencium bau asap rokok juga, kemudian mereka terdengar ngobrol.

Anak : Assalamu’alaikum paman, paman orang mesir?
Perokok : ya betul aku orang mesir.
Anak : Paman kenal Syeikh Abdul Hamid Kisyk?
Perokok : ya kenal.
Anak : Paman juga kenal Syeikh Jaad al-Haq?
Perokok : ya kenal juga.
Anak : Paman juga kenal Syeikh Muhammad al-Ghazali?
Perokok : ya aku juga kenal.
Anak : Paman pernah dong mendengar pendapat dan fatwa-fatwa mereka?
Perokok : ya dengar juga.
Anak : Mereka itu ulama dan syeikh yang berkata bahwa rokok itu haram, kenapa paman menghisapnya? ?
Perokok : Ngga, rokok ngga haram.
Anak : Haram paman, bukankah Allah mengharamkannya: وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الخَبَائِثِ (Allah mengharamkan yang buruk-buruk bagi kalian) apakah paman waktu ngerokok baca bismillah dan baca alhamdulillah waktu selesainya??
Perokok : Ngga, rokok ngga haram, mana ada ayat al-Quran yang berbunyi وَيُحَرِّمُ عَلَيْكُمُ الدُخَانَ (Allah mengharamkan rokok bagimu).
Anak : Paman, rokok itu haram seperti haramnya apel!!!
Perokok : (sambil marah) Apel haram!!! Bagaimana kamu bisa menghalalkan dan mengharamkan itu.
Anak : Coba paman tunjukkan ayat وَيُحِلُّ لَكُمُ التُّفَاحَ (Allah menghalalkan apel)!
Perokok itu sadar diri dan diam, ngga keluar lagi kata-katanya, seterusnya dia nangis dan waktu sholat juga dia nangis. Sehabis sholat perokok itu deketin si anak kecil, sang da’i yang nyadarin dirinya, terus janji, “nak, paman berjanji kepada Allah tidak akan ngerokok lagi sampai akhir hidup paman.”
http://www.dakwatun/ a.com/2009/ apel-haram/

kisah yang bagus, mengajarkan bagaimana cara kita agar lebih bijak dalam menyampaikan sesuatu, intinya bermain cantik agar apa yang kita maksud tersampaikan dengan baik tanpa terkesan menggurui..
Read More...
separador

Thursday, January 20, 2011

Air Mata Ibu

Suatu ketika ada seorang anak laki-laki yang bertanya pada ibunya. “Ibu, mengapa Ibu menangis?”. Ibunya menjawab, “Sebab aku wanita”. “Aku tidak mengerti”, kata si anak lagi. Sang ibu hanya tersenyum dan memeluknya erat. ”Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti....”.

Tak puas dengan jawaban ibunya, kemudian si anak bertanya pada ayahnya. ”Ayah, mengapa ibu menangis? Ibu menangis tanpa sebab yang jelas”. Sang ayah menjawab, ”Semua wanita memang sering menangis tanpa alasan”. Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.
Hingga si anak tumbuh remaja, dia tetap bertanya-tanya mengapa wanita kerap menangis. Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, ”Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?”.

Dalam mimpinya ia merasa seolah Tuhan menjawab, ”Saat Kuciptakan wanita, aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun bahu itu juga harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.

Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau kemudian kerap berulangkali ia menerima cerca dari anaknya itu. Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semua orang sudah putus asa.
Kepada wanita, Kuberikan kesabaran untuk merawat keluarganya walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa keluh kesah. Kuberikan wanita perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam kondisi dan situasi apapun. Walau acapkali anak-anaknya itu mulai melukai perasaan dan hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang mengantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.

Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya. Sama seperti halnya tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak.
Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi.

Dan akhirnya Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita agar dapat digunakan kapan pun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walau sebenarnya air mata ini adalah air mata kehidupan. Di setiap kekasaran yang diterima, air mata jadi teman. Di setiap kebahagiaan yang dimiliki, air mata jadi tanda syukur”.
Jadi, jangan sembarangan mencibir air mata yang menetes di wajah sendu ibu kita. Air mata itu adalah pemberian khusus dari Sang Pencipta..............

Read More...
separador

Saturday, January 15, 2011

dikutip dari notes seorang teman

Pacaran... hemm... masalah klasik yang –mungkin- tak akan habis.. mati satu tumbuh lagi...

Bro n sis.. sudah berapa banyak tulisan mengenai pacaran yang kita baca, tapi untuk masalah yang satu ini masih saja tetep eksis.. apanya yang salah.. cintanya, tulisanya, opininya, cara penyampaiannya atau orangnya yang salah menanggapi ini.

Dari awal kita ngaji kita juga tau, kalo yang namanya pacaran itu boleh, kalo udah nikah. Nah kalo belom, yaa berarti dekatin zina perlahan-lahan.. ya ndak..?! dari mulai sms-an, kangen2-an, sampe ngirimin sesuatu kerumah. Hadoh..hadoh..

Kalo untuk yang belom ngaji, bodo amat. Tapi kalo yang ngelakuin pacaran udah ngaji, jilbab-an (untuk akhwat) n tau nih hukumnya, ancuuur men.. ngerusak agama aja jadinya.


Cinta itu..
Bro n sis, kalo denger kata yang satu ini banyak perselisihan antara kita dalam mendefinisikannya. Hanya satu yang sama yakni ada subjek dan objek yang terlibat. Nah menurut definisi mbak Wikipedia "Cinta adalah sebuah perasaan yang ingin membagi bersama atau sebuah perasaan afeksi terhadap sesuatu.Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut."

Nah.. nah.. dari definisi barusan bisa disimpulkan sejenak kaloyang namanya cinta ituUNIVERSAL men.. bukan hanya sama lawan jenis aja.
Lanjut masih menurut mbak Wikipedia cinta bisa di jelaskan sebagai berikut:
  1. Cinta yang lebih cenderung kepada asmaradan hawa nafsu, eros
  2. Sayang yang lebih cenderung kepadateman-teman dan keluarga, philia
  3. Kasih yang lebih cenderung kepadakeluarga dan Tuhan, agape
  4. Semangat nusa yang lebih cenderungkepada patriotisme, nasionalisme dan narsisme, storge
Hemm.. rumit juga yak.. coba kita muhassabah diri.. cinta yang mana yang selama ini yang ada dalam diri kita. Kalo untuk mereka yang pacaran kayaknya udah jelas. Cinta-nya adalah cinta yang pertama, yoi bener CINTA YANG LEBIHCENDERUNG KEPADA ASMARA dan HAWA NAFSU. Ckckckc..


yang merasa muslim..
bro n sis.. Allah mengajari kita langsung arti cinta yang sesungguhnya.Cinta yang tidak menyakitkan, cinta yang menyejukkan, cinta yang Indah selama-lamanya. Cuma satu syaratnya Cinta berbingkai Syariat. Ya untuk yang merasa muslim, setiap cinta yang dimiliki harus berbingkai syariat, karena ini yang akan membuat cinta itu indah..!!

Cinta dalam islam terbagi dalam 3 kategori :
  1. Cinta Hakiki/tertinggi -> hanya kepada Allah,Rasul dan Orang-orang mukmin
  2. Cinta menengah -> kepada keluarga, saudaradan sahabat juga isteri/suami yang seaqidah.
  3. Cinta terendah -> cinta yang berdasar kepadahawa nafsu
Syariat, bukan menjadikan kita kuper atawa kuno. Tapi yang menjadikan kita mulia. Ok, kita ambil satu contoh: Biasanya orang yang cinta tanpa  beringkai syariat –alias PACARAN- minimal megang-megang tangan tuh cewe. Ngaku..!!! nah, bukannya ini malah merendahkan kemuliaan si cewe tersebut. Kalo ntar jadi suami/istri, nah kalo enggak..!! Tuh cewe cuma di pegang2 doang.. yang nikmati BEKAS pegangan mantan pacarnya ya si suami nantinya. (kasihan.. kasihan..kasihan tuh si suami)

Apalagi buat mereka yang ngaku muslim, mendekati zina itu dilarang keras. Karena kalo udah dekatin minimal kecipretan dosa. Analoginya begini.. kalo kita mencium wangi masakan ibu dari dapur apa yang akan dilakukan?! Mendekati pelan-pelan lalu NYOBAIN. Ya kan..?!
Nah Allah tegas, jangan sekali-kali dekati zina..!!! kalo udah deket,pasti akan NYOBAIN. Naudzubillah mindzalik... caranya banyak bro n sis mendekati zina, makanya ati-ati..!!


Syetan vs iman
Dari jaman kuda gigit besi sampe sekarang, yang namanya syetan pastinya gangguin kita terus. Jangan jadi alesan buat deketin yang namanya PACARAN, jodoh ditangan Allah. Kalo mau jodoh yang sholeh ya sholehin diri dulu. Kalo diri gak soleh ya so pasti dapetnya gak soleh juga. Jangan sampe kita salah pilih. Ntu jodoh ampe tua lhoo.. ^^ bukan buat maenan.

Nah biar si setan gak demen gangguin kita, satu syaratnya upgrade terus keimanan kita. Terus mendekat sama Islam dan orang-orang yang selalu inignmendekat kepada Allah. insyaAllah kalo kita deket sama Allah, Allah deket. Nah kalokita jauh dari Allah, setan yang deket..


HTS-an..
Hubungan tanpa status.. secara fisik gak pacaran, tapi secara emosional PACARAN, lho kok bisa. Bro n sis.. hati itu lebih dalam dari yang diperkirakan. Plus setan itu lihai dalam menggoda manusia. Walaupun secara fisik gak PACARAN hati-hati dengan yang namanya HATI, ntar kejebak sama yang namanya HTS-an. Mulanya hanya kagum, terus sms-an Tanya ini itu, abis sms-an ini itu, Tanya kabar, udah sholat belom, udah tahajud belom dan akhirnya.. jreng-jreng nambah deh temennya setan.!!! Karena udah kejebak sama HTS-an.

Duuh.. bro n sis.. urusan CINTA emang gak ada habisnya. Tapi hidup gak kudu harus CINTA sama lawan jenis yang tak berbingkai syariat kan. Kalo emang bener bener cinta LAMAR dia, jadikan isteri/suamiMenurut Erich Fromm dalam buku larisnya (the art of loving) menyatakan "bahwa ke empat gejala: Care, Responsibility, Respect, Knowledge (CRRK), muncul semua secara seimbang dalam pribadi yang mencintai. Omong kosong jika seseorang mengatakan mencintai anak tetapi tak pernah mengasuh dan tak ada tanggungjawab pada sianak. Sementara tanggungjawab dan pengasuhan tanpa rasa hormat sesungguhnya& tanpa rasa ingin mengenal lebih dalam akan menjerumuskan para orang tua,guru, rohaniwan dll pada sikap otoriter." Tuuh denger, kalo cuman cinta tapi gak ngelamar. OMONG KOSONG, alias GOMBALLLL alias CINTA PALSUUUUUU..!!!!


At least..
Jaga hati kita, insyaAllah Allah akan memberi yang terbaik, dunia akhirat. Tapi kalo enggak, ane Cuma bisa ngucapin SELAMAT TELAH MENJADITEMANNYA SETAN, yang menemaninya ditempatnya kelak..


So... Pacaran.. ngak level ah..
Read More...
separador

Tuesday, January 11, 2011

** Aku yang Kau Nikahi hanya Wanita Biasa **


Kepadamu yang akan menjadi pendampingku kelak..
Terima kasih karena telah memilihku
di antara ribuan bidadari di luar sana yang siap untuk kau pilih..
Padahal kau begitu tahu, aku hanya wanita biasa,
yang sangat jauh dari sempurna.
Karenanya ku ingin kau tahu,
aku bukan wanita yang sempurna,
aku begitu banyak kekurangan.
Maka ketahuilah..

Kepadamu yang akan memilihku kelak..
Aku tak sebijak bunda khadijah,
karenanya ku ingin kau tahu,
aku boleh saja berbuat salah dan begitu menyebalkan.
Maka ku mohon padamu, bijaklah dalam menghadapiku,
jangan marah padaku,
nasihati aku dengan hikmah,
karena bagiku kaulah pemimpinku,
tak akan berani ku membangkang padamu..

Duhai kau yang telah memilihku kelak..
Ingatlah, tak selamanya aku dapat nampak cantik di matamu,
ada kalanya aku akan begitu kusam dan jelek.
Mungkin karena aku begitu sibuk di dapur,
menyiapkan makan untuk kau dan malaikat-malaikat kita nanti
-insya’Allah-.
Maka aku akan tampak kotor dan berbau asap.
Atau karena seharian ku harus membenahi istana kecil kita,
agar kau dan malaikat kita dapat tinggal dengan nyaman dan sehat.
Maka mungkin aku tak sempat berdandan untuk menyambutmu sepulang bekerja..
maka tegurlah aku, dan khabarkan padaku dengan lemah lembut dan bijaksana...

Ataukah kau akan menemukanku tersenguk-senguk saat mendengar keluhan dan ceritamu,
bukan karena aku tak suka menjadi tempatmu menumpahkan segala rasa,
tapi karena semalam saat kau tertidur dengan nyenyak,
aku tak sedetikpun tertidur karena harus menjaga malaikat kecil kita yang sedang sakit,
dan ku tau kau letih mengais rezeki untuk kami,
maka tak ingin ku mengusik sedikit pun lelapmu..
Jadi jika esok pagi kau mendapatiku begitu letih dan ada lingkaran hitam di mataku,
maka tetaplah tersenyum padaku,
karena kau adalah kekuatanku..

Padamu yang menjadi nahkoda dalam hidupku kelak..
Ketahuilah, mungkin ada saatnya, aku tak sesabar Fatimah,
ada kalanya kau akan menemukanku begitu marah,
menangis dan tak terkawal,
bukan karena ku membangkang padamu,
tapi aku hanya wanita biasa,
aku juga memerlukan tempat untuk menumpahkan beban di hatiku,
tempat untuk melepaskan penatku,
dan mungkin saat itu aku tak menemukanmu,
atau kau begitu sibuk dengan pekerjaanmu,
maka bersabarlah,
yang aku perlukan hanya pelukan dan belaianmu..
Karena bagiku kau adalah titisan embun yang mampu memadamkan segala resahku..

Ataukah ada kalanya tanganku akan mencubit dan
memukul pelan si kecil karena lelah dan penatku di tambh rengekannya yang tak habis-habisnya.
Sungguh bukan karena ku ingin menyakitinya,
tapi kadang aku kehabisan cara untuk menenangkan hatinya.
Maka jangan membentakku karena telah menyakiti buah hati kita,
tapi cukup kau usap kepalaku, dan bisikkan kata sayang di telingaku,
tegurlah aku dengan hikmah,
karena dengan itu ku tau kau selalu menghargai semua yang ku lakukan untuk kalian,
dan kau akan menemukanku menangis menyesali perlakuanku pada malaikat kita,
dan aku akan merasakan ribuan kali rasa sakit dari cubitan yang ku berikan padanya,
dan aku akan berjanji tak akan mengulanginya lagi..

Padamu yang menjadi imam dalam hidupku kelak..
Ketahuilah, aku tak secerdas aisyah..
Maka jangan pernah bosan mengajariku,
membimbingku ke arah-Nya,
walau terkadang aku begitu bebal dan bodoh,
tapi jangan pernah letih mengajariku..
Jangan segan membangunkanku di sepertiga malam untuk
bersamamu bermunajat pada Kekasih yang Maha Kasih..
Jangan letih mengingatkanku untuk terus bersamamu mendulang pahala dalam amalan-amalan sunnah..
Bimbing tanganku ke JannahNya,
agar kau dan aku tetap bersatu di dalamnya.

Padamu yang menjadi kekasih hati dan teman dalam hidupku..
Seiring berjalannya waktu,
kau akan menemukan rambutku yang dulu hitam legam dan indah,
akan menipis dan memutih.
Kulitku yang bersih akan mulai keriput.
Tanganku yang halus akan menjadi kasar..
Dan kau tak akan menemukanku sebagai wanita cantik,
yang kau khitbah puluhan tahun yang lalu..
Bukan wanita muda yang selalu menyenangkan matamu..
Maka jangan pernah berpaling dariku..
Karena satu yang tak pernah berubah,
bahkan sejak dulu akan terus bertambah dan kian membuncah,
yaitu rasa cintaku padamu..

Ketahuilah..
Tiap harinya, tiap jam, menit dan detiknya,
telah aku lewati dengan selalu jatuh cinta padamu..
Maka, cintailah aku,
dengan apa adanya aku..
Jangan berharap aku menjadi wanita sempurna..
Maafkan aku karena aku bukan putri..
Aku hanya wanita biasa....
terimalah aku apa adanya dan bimbinglah aku menuju jalanNYA.....
semoga kita bisa sama-sama bahagia...

Semoga lelaki lebih memahami wanita. .
Read More...
separador

Monday, January 10, 2011

Aku Tidak Lebih Dulu ke Surga


Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
============================

Aku tidak tahu dimana berada. Meski sekian banyak manusia berada disekelilingku, namun aku tetap merasa sendiri dan ketakutan. Aku masih bertanya dan terus bertanya, tempat apa ini, dan buat apa semua manusia dikumpulkan. Mungkinkah, ah aku tidak mau mengira-ngira.

Rasa takutku makin menjadi-jadi, tatkala seseorang yang tidak pernah kukenal sebelumnya mendekati dan menjawab pertanyaan hatiku. “Inilah yang disebut Padang Mahsyar,” suaranya begitu menggetarkan jiwaku. “Bagaimana ia bisa tahu pertanyaanku,” batinku. Aku menggigil, tubuhku terasa lemas, mataku tegang mencari perlindungan dari seseorang yang kukenal.

Kusaksikan langit menghitam, sesaat kemudian bersinar kemilauan. Bersamaan dengan itu, terdengar suara menggema. Aku baru sadar, inilah hari penentuan, hari dimana semua manusia akan menerima keputusan akan balasan dari amalnya selama hidup didunia. Hari ini pula akan ditentukan nasib manusia selanjutnya, surgakah yang akan dinikmati atau adzab neraka yang siap menanti.

Aku semakin takut. Namun ada debar dalam dadaku mengingat amal-amal baikku didunia. Mungkinkah aku tergolong orang-orang yang mendapat kasih-Nya atau jangan-jangan ………

Aku dan semua manusia lainnya masih menunggu keputusan dari Yang menguasai hari pembalasan. Tak lama kemudian, terdengar lagi suara menggema tadi yang mengatakan, bahwa sesaat lagi akan dibacakan daftar manusia-manusia yang akan menemani Rasulullah SAW di surga yang indah. Lagi-lagi dadaku berdebar, ada keyakinan bahwa namaku termasuk dalam daftar itu, mengingat banyaknya infaq yang aku sedekahkan. Terlebih lagi, sewaktu didunia aku dikenal sebagai juru dakwah. “Kalaulah banyak orang yang kudakwahi masuk surga, apalagi aku,” pikirku mantap.

Akhirnya, nama-nama itupun mulai disebutkan. Aku masih beranggapan bahwa namaku ada dalam deretan penghuni surga itu, mengingat ibadah-ibadah dan perbuatan-perbuatan baikku. Dalam daftar itu, nama Rasulullah Muhammad SAW sudah pasti tercantum pada urutan teratas, sesuai janji Allah melalui Jibril, bahwa tidak satupun jiwa yang masuk kedalam surga sebelum Muhammad masuk. Setelah itu tersebutlah para Assabiquunal Awwaluun. Kulihat Fatimah Az Zahra dengan senyum manisnya melangkah bahagia sebagai wanita pertama yang ke surga, diikuti para istri-istri dan keluarga rasul lainnya.

Para nabi dan rasul Allah lainnya pun masuk dalam daftar tersebut. Yasir dan Sumayyah berjalan tenang dengan predikat Syahid dan syahidah pertama dalam Islam. Juga para sahabat lainnya, satu persatu para pengikut terdahulu Rasul itu dengan bangga melangkah ke tempat dimana Allah akan membuka tabirnya. Yang aku tahu, salah satu kenikmatan yang akan diterima para penghuni surga adalah melihat wajah Allah. Kusaksikan para sahabat Muhajirin dan Anshor yang tengah bersyukur mendapatkan nikmat tiada terhingga sebagai balasan kesetiaan berjuang bersama Muhammad menegakkan risalah. Setelah itu tersebutlah para mukminin terdahulu dan para syuhada dalam berbagai perjuangan pembelaan agama Allah.

Sementara itu, dadaku berdegub keras menunggu giliran. Aku terperanjat begitu melihat rombongan anak-anak yatim dengan riang berlari untuk segera menikmati kesegaran telaga kautsar. Beberapa dari mereka tersenyum sambil melambaikan tangannya kepadaku. Sepertinya aku kenal mereka. Ya Allah, mereka anak-anak yatim sebelah rumahku yang tidak pernah kuperhatikan. Anak-anak yang selalu menangis kelaparan dimalam hari sementara sering kubuang sebagian makanan yang tak habis kumakan.

“Subhanallah, itu si Parmin tukang mie dekat kantorku,” aku terperangah melihatnya melenggang ke surga. Parmin, pemuda yang tidak pernah lulus SD itu pernah bercerita, bahwa sebagian besar hasil dagangnya ia kririmkan untuk ibu dan biaya sekolah empat adiknya. Parmin yang rajin sholat itu, rela berpuasa berhari-hari asal ibu dan adik-adiknya di kampung tidak kelaparan. Tiba-tiba, orang yang sejak tadi disampingku berkata lagi, “Parmin yang tukang mie itu lebih baik dimata Allah. Ia bekerja untuk kebahagiaan orang lain.” Sementara aku, semua hasil keringatku semata untuk keperluanku.

Lalu berturut-turut lewat didepan mataku, mbok Darmi penjual pecel yang kehadirannya selalu kutolak, pengemis yang setiap hari lewat depan rumah dan selalu mendapatkan kata “maaf” dari bibirku dibalik pagar tinggi rumahku. Orang disampingku berbicara lagi seolah menjawab setiap pertanyaanku meski tidak kulontarkan, “Mereka ihklas, tidak sakit hati serta tidak memendam kebencian meski kau tolak.”

Masya Allah murid-murid pengajian yang aku bina, mereka mendahuluiku ke surga. Setelah itu, berbondong-bondong jamaah masjid-masjid tempat biasa aku berceramah. “Mereka belajar kepadamu, lalu mereka amalkan. Sedangkan kau, terlalu banyak berbicara dan sedikit mendengarkan. Padahal, lebih banyak yang bisa dipelajari dengan mendengar dari pada berbicara,” jelasnya lagi.

Aku semakin penasaran dan terus menunggu giliranku dipanggil. Seiring dengan itu antrian manusia-manusia dengan wajah ceria, makin panjang. Tapi sejauh ini, belum juga namaku terpanggil. Aku mulai kesal, aku ingin segera bertemu Allah dan berkata, “Ya Allah, didunia aku banyak melakukan ibadah, aku bershodaqoh, banyak membantu orang lain, banyak berdakwah, izinkan aku ke surgaMu

Orang dengan wajah bersinar disampingku itu hendak berbicara lagi, aku ingin menolaknya. Tetapi, tanganku tak kuasa menahannya untuk berbicara. “Ibadahmu bukan untuk Allah, tapi semata untuk kepentinganmu mendapatkan surga Allah, shodaqohmu sebatas untuk memperjelas status sosial, dibalik bantuanmu tersimpan keinginan mendapatkan penghargaan, dan dakwah yang kau lakukan hanya berbekas untuk orang lain, tidak untukmu,” bergetar tubuhku mendengarnya.

Anak-anak yatim, Parmin, mbok Darmi, pengemis tua, murid-murid pengajian, jamaah masjid dan banyak lagi orang-orang yang sering kuanggap tidak lebih baik dariku, mereka lebih dulu ke surga Allah. Padahal, aku sering beranggapan, surga adalah balasan yang pantas untukku atas dakwah yang kulakukan, infaq yang kuberikan, ilmu yang kuajarkan dan perbuatan baik lainnya. Ternyata, aku tidak lebih tunduk dari pada mereka, tidak lebih ikhlas dalam beramal dari pada mereka, tidak lebih bersih hati dari pada mereka, sehingga aku tidak lebih dulu ke surga dari mereka.

Hinanya aku ini Ya Allah… Jam dinding berdentang tiga kali. Aku tersentak bangun dan, astaghfirullah ternyata Allah telah menasihatiku lewat mimpi malam ini.

Barakallahufikum..semoga bermanfaat
Wassalam
============



notes ini d copas dari halaman  Renungan dan Motivasi : Ifta Istiany Notes
semoga bermanfaat......^^,
Read More...
separador

Cewek kog Nyablak


Nyablak? Apaan tuh? 
Itu loh, gaya bicara yang kasar dan cenderung nggak sopan. Nggak kenal tempat dan waktu. Cenderung nyakitin hati orang yang mendengar. Hal sepele aja kadang dikomentarin dengan pedas. Gimana ceritanya ya kalo praktisinya malah remaja, cewek pula! Apa kata dunia? Kan katanya masa depan dunia ada di tangan kita. Tul kan?
Dulu nyablak tuh ada batasan tempat dan kalangan sih. Tapi belakangan ini malah ada di mana-mana. Gampang banget kita temui cewek cablak. Terutama pas sang cewek cablak nemuin masalah yang kadang sepele. Nggak harus kenal sih, ciri-cirinya mudah ditangkap radar kita kok. Misalnya pas macet di angkot dia ngomong gini: ”Duh, sial bener nih macet, mana gerah lagi!” sambil pasang tampang jutek kayak tuan puteri minta dikipasin sama dayang-dayangnya.
Padahal ucapannya itu bisa bikin orang lain nggak enak hati loh. Mau kenal atau nggak, serasa jadi tersangka yang bikin dia susah. Syukur-syukur nggak didengar cewek cablak lain. Coba kalo ketemu, bisa dibales dengan kata-kata kasar juga. Misalnya: ”Eh, emang elo aja yang gerah, gue juga panas tau, ngga usah berisik gitu deh!” Nah, kalo udah gitu, bisa ditebak kan ujungnya? Jadi inget video brutal Geng Nero yang pernah beredar beberapa waktu lalu itu ya. Wkwkwwk…
Masih banyak lagi tempat-tempat umum yang jadi tempat nyablak. Di kantin sekolah, di mal, antrian di bioskop, malah ada yang dengan nyamannya pake gaya nyablak pas jam belajar di kelas. (which is… lawan bicaranya adalah bapak-ibu gurunya sendiri) gubrag! Nggak anggun banget cewek cablak itu…
Ditilik lebih jauh lagi, kecablakan cewek jaman sekarang nggak kenal waktu juga. Pagi, siang, sore, malam, oke aja ngomong kasarnya (eh, pas ngimpi tetep ngomong cablak apa nggak tuh?). Belum lagi dunia remaja cewek yang nggak jauh dari masalah penampilan, mulai dari bentuk tubuh, gaya pakaian, make up dan pernak-perniknya. Salah sedikit aja bisa jadi sasaran empuk si cewek cablak. ”Eh, nggak salah elo pake baju jadul gitu?” atau ” Ya ampun, ngaca dulu dong, Bo! Elo pikir siapa elo berani beli tas merek itu!” Wah, wassalam deh ama persahabatan dengan cewek jenis ini. Walaupun temen, tetap aja nggak enak didengar. And you know what? Nyablak itu bisa menular ke kita kalau kita tipe orang yang terlelu suka ngikutin arus. Lagi tren tuh. Tren yang salah dan sedang mewabah. Waspadalah!
Kalo temen kita cewek nyablak
Nggak ada untungnya jadi cewek cablak. Perhatikan aja temen kita yang suka nyablak. Walupun misalnya anak itu pinter secara akademis, cantik, fun abis, tetap aja kalau nyablaknya keluar bikin kita keki. Kadang malu jalan sama dia. Walaupun dia punya pembelaan bahwa udah jadi bawaan lahir. Dia berdalik, kita yakin 120% bahwa nggak ada yang mau di cap sebagai cewek cablak. Baik sengaja atau nggak. Baik cowok, apalagi cewek. Cewek gitu loh.
Cewek, adalah makhluk yang diciptakan Allah Ta’ala dengan predikat ”perhiasan paling indah di dunia” kalau dia jadi wanita atau istri yang shalihah. Wanita shalihah akan lebih indah dari berlian, emas permata, mutiara laut dan semua aksesoris mahal yang ada di mal terkenal ibukota. Nggak sebanding ama tas Hermes atau sepatu rancangan Manolo Balchnique yang disukai Madonna si Ratu Pop, apalagi dengan baju-baju keluaran Zara. Ya, we can be more than that. Hmm… nggak mau dong predikat itu gagal kita raih gara-gara kita punya sifat nyablak? Iya kan, Sis?
Kalo temen kita nyablak? Heheh.. ini nih yang agak repot. Bener. Paling sulit nasihatin teman sendiri, betul? Takut dia tersinggung lah, marah lah, atau malah kita dipecat jadi temannya. Lebih gampang ngajakkin ke jalan kebaikan daripada ngelarang ke jalan keburukan. Trus gimana dong?
Gampang, nih usulnya. Saat temen cewek kita itu bicara dengan cablaknya sama kita, bilang aja ”Hei, nggak sayang ya ama aku? Kok sama temen ngomongnya gitu. Kata Rasulullah: 
man laa yarhum laa yurham. Siapa yang tidak menyayangi, maka tidak akan disayangi”. Sekilas memang lebay, tapi percaya deh, kalo udah masalah sayang temen, semua orang juga mau dicap penyayang. Perempuan kan makhluk penyayang…betul, betul, betul? (Upin dan Ipin mode ”on”). Nah, nanti pelan-pelan, terapkan juga pas dia nyablak sama orang lain. InsyaAllah kepikiran deh sama dia, bahwa mestinya nggak harus nyablak. Kalo nyablak, wajah cantik juga jadi belel, lho!
Sebagai muslimah kita mesti tahu, Allah sayang banget sama yang namanya makhluk perempuan. Makanya kita diperintahkan untuk jaga kehormatan kita, antara lain menjaga aurat dan lisan kita. Ah, jadi teringat guru ngajiku ngasih penjelasan dari sebuah hadis: ”Tidak akan Allah mendatangkan siksaan karena air mata atau karena kesedihan hati, melainkan karena lisan…”
Rasulullah saw. Juga telah mengajarkan kepada kita melalui sabdanya:”Sebaik-baik kalian adalah yang selalu berbuat baik terhadap istri-istri kalian.” (HR Turmidzi)
Kemudian sabdanya yang lain adalah: “Takutlah kepada Allah dan hormatilah kaum, wanita.” (HR Muslim).
Subhanallah betapa mulianya sebagai wanita dalam ajaran Islam. So, kalo tahu Islam memuliakan wanita, ngapain juga wanita kudu merendahkan dirinya dengan cara mau diatur oleh ajaran selain Islam. Ah, jangan sampe deh!
Kalo urusan ingin dihargai, dihormati, dipuji dan dimuliakan semua wanita pengen. Itu sebabnya, jangankan muslimah, semua wanita di dunia pasti lebih senang dikenal sebagai wanita anggun, beretika, elegan, lemah lembut, smart dan berkelas. Sampai ada kursusnya segala kan? Dan yang pasti, sifat-sifat itu nggak akan bisa bergandengan serasi dengan sifat nyablak. Trus, apakah hasil akhirnya adalah kita mesti jadi lemah letoy dan nggak pernah marah? Nggak dong. Ada saatnya kita mesti jadi cewek tegas, terutama dalam menolak kemaksiatan. Tapi ingat, tegas nggak sama dengan galak atau malah nyablak. Kayak Rasulullah saw. tuh, penuh kasih sayang kepada kaum muslimin, dan keras terhadap kaum kafir (coba aja cek di al-Quran: surat Al-Fath ayat 29).
Muslimah nyablak? Nggak banget!
Karena kualitas generasi penerus umat ada di tangan kita para muslimah. Suer! Kalau sifat nyablak nggak kita hilangkan dari sekarang, nanti jadi kebiasaan pas dewasa nanti (baca: pas udah jadi ibu). Nah, apa bisa kita ngedidik anak kita dengan gaya bahsa yang nggak sopan? Penggunaan bahasa sangat berpengaruh dalam membentuk karakter anak loh. Kita senang banget kan kalau ketemu anak kecil yang polos tapi sopan dan smart? Otomatis itu didapat dari pendidik utamanya, yaitu ibunya, alias kita-kita nih calonnya. Apa nggak terlalu lebay neh? Nggak. Bayangin kalau anak-anak sudah nyablak dari kecil, dewasanya kayak apa ya? Jangan-jangan bukannya membangun peradaban manusia yang mulia kayak yang diajarin Rasulullah saw., eh malah tua-tua doyan berantem walaupun jabatannya terhormat. Kayak yang di tivi itu loh…awalnya kan karena nggak bisa jaga etika berbicara. Dari sinetron juga banyak pemerannya yang ngajarin untuk bicara memaki ortu atau teman. Masa’ kita mau niru yang begitu. Naudzubillah.
Sis, kita bisa niru Aisyah ra., misalnya. Di usia muda udah jadi periwayat hadist, smart, bisa jaga sikap sesuai yang diajarkan Rasulullah saw. Jadi tempat bertanya buat kaum muslim yang belum ngerti Islam sebagai prinsip hidup. Jadi tren setter dalam bersikap gitu loh. Atau kita tiru Khadijah ra. Beliau sangat sabar mendampingi Rasulullah saw. dalam mendakwahkan Islam. Pemboikotan, hinaan, siksaan dalam jalan dakwah nggak pernah beliau komentari dengan komentar yang nggak enak didengar.
Sssst…. udah dengar hadis yang satu ini? Rasulullah saw. membuat empat buah garis seraya berkata: “Tahukan kalian apakah ini?’ Mereka berkata: ‘Allah dan RasulNya lebih mengetahui.’ Nabi saw.. lalu bersabda: “Sesungguhnya wanita ahli surga yang paling utama adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad saw., Maryam binti ‘Imron, dan Asiyah binti Mazahi.’ (Mustadrak al-Shahihain 2:497)
Wah, tentu saja wanita ahli surga tutur kata dan perilakunya benar dan baik dong ya. Lha, kita? Duh, gimana ya. Kok nggak dijamin masuk surga aja tutur kata dan perilaku kita malah nyebelin dan bikin sakit ati. Ya Allah, ampunilah kami.
So, wrap it up!
Bungkus bu….! Mumpung masih muda, belum kiamat, ayo kita stop wabah nyablak yang sangat tidak dianjurkan oleh syariat Islam. Sebagai muslimah yang beriman atau yang mau berusaha jadi orang beriman, kita mesti perjelas karakter kita di hadapan Allah Swt. So, pasti kita akan jaga sikap selayaknya orang bertakwa, terus nurut sama Allah Swt. dan RasulNya. Selalu pakai tolak ukur Islam dalam berpendapat dan milih sikap. Otomatis cara hidup juga sesuai Islam. Bukan terbawa ‘wabah’ budaya yang bertentangan dengan Islam. Ayo, tentukan arah kamu sekarang juga!
Sis, di jaman ini, remaja dan wanita dewasa ditawarkan untuk jadi pemenang kontes kecantikan dan idola, terkenal di dunia dan jaminan masa depan cerah (di dunia doang, tuh..), syaratnya mesti berkarakter, smart, anggun, berani umbar aurat dan bla bla bla, itu nggak cukup. Siap terkenal dunia akhirat? Tambah lagi syaratnya: taat syariat! Sip deh. 

[anita intan: zen.yasmin@gmail.com]
Read More...
separador

Labels