My photo
sukaa bgt baca novel, suka bikin puisi, klo ga bs ngungkapin apa yg lagi dirasaain biasanya bikin puisi ^-^

Quotes

“Ada banyak hal sederhana yang mampu membuat hidup menjadi lebih hidup, mampu menjadi hidayah dan hikmah, let’s find it !! “

Followers

Monday, February 28, 2011

Tentang Ayah

ada beberapa alasan kenapa ayah begitu istimewa...
Dan cerita berikut ini cukuplah untuk mewakili segalanya...
Walau bukan tulisanku, tapi sangat sama dengan apa yang aku rasakan...
Biasanya anak-anak yang jauh dari orang tuanya merasa kangen sekali dengan ibunya
Lalu bagimana dengan ayah???
Mungkin ibu lebih sering menanyakan keadaan anaknya setiap hari,
tapi taukah kamu jika ayahmu yang mengingatkannya untuk menelfonmu???
Mungkin ibu yang lebih sering mengajakmu bercerita,
tapi taukah kamu sepulangnya ia bekerja dengan wajah lelah ia selalu menanyakan kabarmu dari ibumu???
waktu kecil...
Ibu mengajari putri kecilnya bermain sepeda...
Setelah dia mengganggap kamu bisa,ia melepaskan roda bantu di sepedamu,
Saat itu ibu menutup mata karena takut anaknya terjatuh lalu terluka...
tapi ayah dengan yakin menatapmu mengayuh sepeda dgn pelan karena dia tahu putri kecilnya pasti bisa...
Saat kamu menangis meronta meminta boneka yang baru,
ibu menatapmu iba...
tetapi ayah mengatakan dengan tegas "kita beli nanti,tapi tidak sekarang"
karena ia tidak ingin kamu menjadi manja dengan semua tuntutan yang selalu di penuhi...
ketika kamu remaja...
kamu mulai menuntut untuk keluar malam...
Lalu ayah mulai bersikap lebih tegas ketika mengatakan "tidak"
itu untuk menjagamu karena kamu adalah sesuatu yg berharga...
Lalu kamu masuk ke kamar membanting pintu...
Tapi yang datang mengetuk pintu dan membujukmu adalah ibu...
Taukah kamu saat itu ayah memejamkan matanya dan menahan diri...
karena Dia sangat ingin mengikuti keinginanmu. Tapi lagi-lagi dia harus menjagamu...
saat seorang cowok mulai sering datang mencarimu...
Ayah akan memasang wajah paling cool sedunia
Dan sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang berdua di ruang tamu...
Tahukah kamu kalau dia merasa cemburu???
dan saat dia melonggarkan sedikit peraturan,
kamu melanggar jam malamnya...
Ia duduk di ruang tamu menunggumu pulang dengan sangat-sangat khawatir...
Wajah khawatir itu mengeras ketika melihat putri kecilnya pulang terlalu larut...
Dia marah...
Karena hal yg di takutinya akhirnya datang...
"putri kecilnya sudah tidak ada lagi"
saat Ayah sedikit memaksamu utk menjadi seorang dokter...
ketahuilah bahwa ia hanya memikirkan masa depanmu nanti...
Tapi toh dia tetap tersenyum saat pilihanmu adalah menjadi seorang penulis...
sampai saat Ayah harus melepasmu di bandara...
Bahkan badannya terlalu kaku untuk memelukmu...
Ia hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini-itu...
Dia ingin menangis seperti Ayah yang menangis dan memelukmu erat...
Tapi dia hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya...
dan menepuk pundakmu berkata "jaga diri baik-baik ya”
Agar kamu kuat utk pergi...
saat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester, pulsa, dan kehidupanmu...
orang pertama yang mengerutkan kening adalah Ayah...
Berusaha mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan yang lain...
ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru,
dan ia tau ia tidak bisa memberikan...
Dia sangat ingin mengatakan "iya nak,nanti kita beli"
dan saat kata-kata yang keluar adalah "tidak bisa" dari bibirnya...
Tahukah kamu Ia merasa gagal membuat anaknya tersenyum ???
saat kamu sakit dan tidak berada di dekatnya...
ayah terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak berkata...
sudah di bilang jangan minum air dingin!"
berbeda dengan ibu yg memperhatikanmu dengan lembut...
ketahuilah saat itu ia benar-benar khawatir dengan keadaanmu...
dan saat kamu meng-upload beberapa foto di facebook,myspace,dll...
Ayah kadang bertanya...
"dari sekian banyak fotomu, koq foto ayah ga ada ya?" dengan bercanda...
tapi tau kah kamu saat itu hatinya sedih bukan kepalang...
saat kamu dalam perjalanan dan kehujanan...
ayah adalah orang pertama yang akan mencarimu sambil membawa jas hujan untukmu,
walau dia harus kehujanan...
dan di saatnya nanti kamu wisuda sebagai seorang sarjana...
Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu...
Dia yang tersenyum bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang“...
sampai saat seorang teman hidupmu datang dan meminta izin mengambilmu darinya...
Ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin....
karena ia tahu laki-laki itu yang nanti akan menggantikannya...
Ayah pergi kebelakang panggung,
dan menangis...
tugasku telah selesai dengan baik.putri kecilku yg lucu telah menjadi wanita yg cantik“...
Ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu dan cucu-cucunya sesekali untuk menjenguknya...
Dengan rambut yang telah memutih dan badan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya...
Ayah adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...
Harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu..
Read More...
separador

Friday, February 25, 2011

Wanita dan Laki-laki Saling Melengkapi

Wanita tidak semestinya memerlukan lelaki, tetapi wanita dan lelaki saling memerlukan, cinta itu anugerah. Mengapa wanita memerlukan lelaki di dalam hidupnya? Untuk beberapa waktu dahulu, ia begitu memukul-mukul kepala. Ya, apa perlu seorang wanita yang bebas mempertaruhkan sebahagian besar hidupnya kepada tangan seorang lelaki? Bukankah lebih hebat jalan dihujung minggu bersama kawan rapat, berkenyit-kenyitan mata kepada lelaki kacak yang saling tidak putus dan tidak lokek senyum tanda salam perkenalan.

Saya mempunyai seorang rakan, sederhana cantik, tidak terlalu kurus tidak terlalu gemuk, tidak terlalu buruk, tidak terlalu jelita, manisnya ada, santunnya memikat orang tua, beragama juga kerana selalu sahaja diceritakan dia terhendap-hendap membawa sejadah masuk ke bilik stor kecil untuk solat, dan dia sentiasa cuba gembira dengan kehidupannya yang solo. Tetapi saya fikir, saya faham apa yang berputar-putar dalam kepalanya. Dia tidak dapat berdusta betapa kebahagiaan cinta kawan-kawan membuatnya cemburu, dan membuatnya selalu terfikir-fikir: Apalah perasaan gadis yang dipuja dan dicintai hebat oleh seorang lelaki.

Kawan, saya harap dia membaca artikel ini. Cinta tidak datang dipaksa-paksa. Cinta tidak juga datang kala kita mahukannya. Jika kita mahukan ia menjadi air, ia datang seperti api.Tetapi, jika kita bersabar dan menerima ketentuan Tuhan, seorang lelaki yang baik akan didatangkan kepada kita juga. Lelaki yang baik itu tidak turun dari langit. Lelaki yang baik itu juga tidak semestinya datang dengan kepala berketayap, janggut selambak atau harta membuak-buak.

Tetapi lelaki yang baik, jika Tuhan mahukan dia menemani kita sepanjang hayat, membimbing kelakuan kita, menjaga kemurnian kalbu bersama-sama, mendidik, membuka jalan agar kita dapat memperdalam selok belok agama yang barangkali selama ini hanya menjadi pakaian dan lencana, dan memberikan kita zuriat yang halal lagi dirahmatiNya. Dia akan datang apabila tiba masanya. Lambat atau cepat, maafkan saya, kerana Allah itu yang lebih mengetahui.

Kawan, kedatangan seorang lelaki dalam kehidupan seorang wanita seperti manusia kudung yang diberikan semula sebelah kakinya. Dia menyempurnakan kita. Namun, tidak kira semasyhuk mana sekalipun perkasihan dua jantina, selain perkara yang cantik-cantik dan molek-molek, kita, wanita, harus bersedia menerima kehodohan-kehodohan perhubungan. Kerana apabila kita mempersilakan seorang lelaki duduk di samping kita untuk sepanjang hayat, bererti kita harus langsung juga mempersilakan sekian masalahnya berbaring di bahu kita.

Kerana itu tidak hairan jika kita mendengar ada di kalangan kita, gadis, yang merungut-rungut kerana tanggungjawabnya terhadap keperluan hidup lelaki tidak juga berkurangan walaupun belum lagi berkahwin. Ya, lelaki memang mendatangkan bahagia. Tetapi lelaki juga mendatangkan sengsara. Namun jika kita bijak menatangnya, semuanya pasti baik-baik sahaja. Itulah adat dalam perhubungan. Yang buruk-buruk pasti ada. Barangkali daripada si dia, barangkali juga daripada kita, tetapi kita harus cermat mengimbangkannya agar jodoh berkekalan ke hari tua.

Bagi yang sedang galak bercinta dengan lelaki permata jiwa tetapi menerima tentangan keluarga dua pihak, jika anda fikir anda tidak mungkin mampu hidup bahagia tanpa restu ibu bapa, maka ada baiknya anda menyerah kalah saja. Walaupun tidak saling memiliki, dan cinta tidak juga diwali dan dinikahi, anda dan dia tetap pengantin di dalam jiwa. Barangkali sudah sampai masanya anda mencari sahaja lelaki lain untuk dibawa pulang menemui ibu bapa.

Bercakap soal kahwin, beberapa kenalan rapat yang dewasa bersama-sama. sejak zaman gatal-menggatal kenyit mengenyit kala di bangku pengajian, kini sudah disunting, dan bakal menjadi isteri kepada lelaki yang mereka cintai. Semoga mereka tak tersalah pilih. Dan semoga lelaki yang dipilih, melaksanakan tanggungjawab dan melunaskan hak suami isteri. Wanita, kita dicipta dengan kemuliaan syahadah. Kerana benih seorang lelaki, kita ini tersenyawa, dikurnia tenaga sehingga kita mampu menyibak jalan keluar dari rahim ibu untuk melihat dunia . Kerana benih seorang lelaki, kita ini ditiupkan jiwa, menjadi manusia, dan mencari seorang lelaki untuk dicintai, sebagaimana ibu diilhamkan Tuhan untuk berkasih sayang dengan bapa.

Dan kerana Tuhan yang Maha Kuasa dan Maha Pencipta, kita wanita, kita ini diciptakan daripada lengkungan rusuk kiri lelaki,tidak terlalu gagah sehingga mengenepi kudrat lelaki, tidak juga terlalu lemah sehingga jatuh menyembah kaki. Tetapi kerana ciptaan Tuhan itu indah, kita terbit daripada rusuk lelaki, bukan dekat kepala untuk dijunjungi, bukan dekat bahu untuk membebani, bukan dekat lengan untuk dijulangi, bukan dekat jari untuk disakiti, bukan dekat pinggul untuk dihenyaki, bukan dekat lutut untuk ditindihi, bukan dekat kaki untuk ditunggangi, tetapi dekat pelusuk hati untuk dimulia, disayangi dan dicintai.

Andai lelaki itu burung yang terbang, kita adalah angin lembut yang bersisir-sisiran sepanjang perjalanannya. Tetapi kerana fitrah kejadian Tuhan wanita itu kebergantungan hidupnya harus saja diserahkan kepada seorang lelaki yang boleh melindungi, maka kita pun tidak selamanya mahu menjadi angin semata-mata. Kita mahu menjadi bunga, menghias sayapnya. Kita mahu terus bersama-sama, terbang dari rendah perkebunan bunga sehingga ke sayup langit terbuka, sehingga jalannya yang paling hujung, sehingga kita tua, rapuh dan mati. Tetapi kita bahagia dalam dakapannya.Semoga kita semua diketemukan dengan jodoh yang baik..InsyaAllah...


www.iluvislam.com
mya_maisarah
editor: azzahra_solehah
Read More...
separador

Tuesday, February 22, 2011

pada suatu hari nanti

Pada suatu hari nanti
jasadku tak akan ada lagi
tapi dalam bait-bait sajak ini
kau tak akan kurelakan sendiri


pada suatu hari nanti
suaraku tak terdengar lagi
tapi di antara larik-larik sajak ini
kau akan tetap kusiasati


pada suatu hari nanti
impianku pun tak dikenal lagi
namun di sela-sela huruf sajak ini
kau tak akan letih-letihnya kucari


" ingatlah kawan, kau tak akan kurelakan sendiri . . . "



[Sapardi Djoko Damono]
Read More...
separador

Friday, February 11, 2011

Bersama yang di Cintai

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,


Cinta itu laksana pohon di dalam hati. Akarnya adalah ketundukan kepada
kekasih yang dicintai, buahnya adalah ketaatan kepadanya dan air yang
menghidupinya adalah menyebut namanya.

Allah telah mensifati Diri-Nya, bahwa Dia mencintai hamba-hamba-Nya yang
Mukmin dan mereka pun juga mencintai-Nya. Allah mengabarkan bahwa mereka
lebih mencintai Allah dan Dia mensifati Diri-Nya, bahwa Dia penuh kasih dan
Dia-lah kekasih yang patut dicintai, seperti yang dikatakan Al-Bukhary.
Kasih adalah cinta yang tulus. Allah mencintai hamba-hamba-Nya yang Mukmin
dan mereka juga mencintai-Nya.

Al-Bukhary meriwayatkan di dalam shahihnya dari hadits Anas bin Malik
Radhiyallahu Anhu, dia berkata,

"Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda tentang apa yang beliau
riwayatkan dari Robb-nya, Dia berfirman,

"Barangsiapa meremehkan penolong-Ku, berarti dia telah menampakkan
peperangan dengan-Ku. Tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku seperti
melaksanakan apa yang Ku-fardhukan kepadanya, dan tidaklah hamba-Ku
senantiasa mendekat kepada-Ku dengan nafilah-nafilah (mengerjakan
ibadah-ibadah sunnah), hingga Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya maka
Aku menjadi pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar. Aku menjadi
pandangannya yang dia gunakan untuk memandang. Aku menjadi tangannya yang
dia gunakan untuk memegang. Aku menjadi kakinya yang dia gunakan untuk
berjalan. Dengan-Ku dia mendengar, dengan-Ku dia memandang, dengan-Ku dia
memegang dan dengan-Ku dia berjalan. Seandainya dia meminta kepada-Ku,
niscaya Aku benar-benar memberikan kepadanya permintaannya, dan seandainya
dia berlindung kepada-Ku, niscaya Aku benar-benar melindunginya."

Dari hadits tersebut terlihat bahwa Allah memenuhi segala kebutuhan
hamba-Nya yang mukmin, memenuhi tuntutan-tuntutannya dan melindunginya jika
dia meminta perlindungan kepada-Nya.

Paman Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, Abu Thalib pernah berkata
kepada beliau, "Wahai anak saudaraku, aku tidak melihat Robb-mu melainkan
Dia selalu patuh kepadamu."

Beliau bersabda kepadanya, "Dan engkau wahai pamanku, andaikan engkau patuh
kepada-Nya, Dia pun juga akan patuh kepadamu." (Ibnu Hajar menyebutkan
kisah ini dalam Al-Ishabah, dalam masalah biografi Abu Thalib).

Di dalam tafsir Ibnu Abi Nujaih, dari Mujahid tentang firman Allah, "Dan
Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya", dia berkata, "Artinya
kesayangan yang dekat. Jika Ibrahim meminta kepada-Nya, maka Allah
memenuhinya, dan jika Ibrahim berdoa kepada-Nya, maka Allah mengabulkannya."

Allah mewahyukan kepada Musa Alaihis-Salam, "Wahai Musa, jadilah kamu
seperti apa yang Ku-kehendaki, niscaya Aku akan menjadi seperti yang kamu
kehendaki."

(Ya Allah, hidupkanlah hatiku dengan cinta-Mu dan jadikanlah aku bagi-Mu
seperti yang Engkau cintai)

Perhatikanlah huruf ba' (dengan) dalam firman-Nya, "Bi yasma'u, bi
yubshiru, bi yubthisyu, bi yamsyi". Hal ini menjelaskan makna firman-Nya,
"Aku menjadi pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar", dan
seterusnya. Jika dia mendengar, maka dia mendengar dengan Allah, jika
melihat dia melihat dengan Allah, jika memegang dia memegang dengan Allah,
jika berjalan dia berjalan dengan Allah. Hal ini menegaskan firman Allah di
dalam Al-Qur'an,

"Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang
berbuat kebaikan." (An-Nahl: 128)

"Dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang berbuat baik."
(Al-Ankabut: 69)

"Dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang beriman." (Al-Anfal: 19)

Begitu pula firman Allah, yang diriwayatkan Rasulullah Shallallahu Alaihi
wa Sallam dari-Nya,

"Aku bersama hamba-Ku selagi dia menyebut-Ku dan kedua bibirnya bergerak
bersama-Ku."

Kebersamaan yang dinafikan di dalam ayat ini adalah ditujukan kepada
kekasih dan penolong-penolongnya. Perhatikan bagaimana Allah menjadikan
cinta-Nya kepada hamba, yang bergantung kepada hamba itu sendiri yang
melaksanakan kewajiban-kewajibannya terhadap Allah dan upayanya mendekatkan
diri dengan mengerjakan ibadah-ibadah nafilah (sunnah), bukan dengan yang
lain. Jadi cinta kepada Allah bukanlah hanya sekedar diucapkan dan mengaku
mencintai, tetapi adalah ditunjukan dengan laku perbuatan bersegera kepada
ketaatan, bersegera menjalankan yang difardhukan oleh Allah, dan banyak
melaksanakan ibadah-ibadah sunnah dengan keikhlasan, dan selalu berusaha
untuk melakukan hal-hal yang disukai Allah dan membuat Allah ridha.

Di dalam Ash-Shahihain dari hadits Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, bahwa
Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

"Jika Allah mencintai seorang hamba, maka Jibril berseru, 'Sesungguhnya
Allah mencintai Fulan, maka cintailah dia!' Maka para penghuni langit
mencintainya, kemudian dijadikan orang-orang yang menyambutnya di muka bumi."

Dalam lafazh Muslim disebutkan,

"Sesungguhnya jika Allah mencintai seorang hamba, maka Dia memanggil Jibril
seraya berfirman, 'Sesungguhnya Aku mencintai Fulan, maka cintailah
dia!' Beliau bersabda, 'Maka Jibril mencintai hamba itu, kemudian berseru
di langit, dengan berkata, 'Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka
cintailah dia!' Lalu para penghuni langit mencintainya'. Beliau bersabda,
'Kemudian dijadikan orang-orang yang menyambutnya di bumi. Dan, jika Dia
memurkai seorang hamba, maka Dia memanggil Jibril, seraya berfirman,
'Sesungguhnya Aku memurkai Fulan. Maka murkailah dia!' Beliau bersabda,
'Maka Jibril memurkai hamba itu, Kemudian dia berseru di langit,
'Sesungguhnya Allah memurkai Fulan, maka murkailah dia!' Kemudian dijadikan
orang-orang yang murka kepadanya di bumi."

Dalam lafazh lain dalam riwayat Muslim, dari Suhail bin Abu Shalih, dia
berkata, "Kami sedang berada di Arafah. Lalu Umar bin Abdul Aziz lewat,
yang saat itu merupakan musim haji. Orang-orang bangkit memandang ke
arahnya. Saya berkata kepada bapakku,

"Wahai bapak, kulihat Allah mencintai Umar bin Abdul-Aziz."
"Mengapa begitu?" tanya bapakku.
"Karena di dalam hati manusia ada cinta kepadanya," jawabku.

Bapakku berkata, "Sesungguhnya aku pernah mendengar Abu Hurairah
Radhiyallahu Anhu menyampaikan hadits dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa
Sallam, kemudian dia menyebutkan hadits di atas. Hadits tersebut juga
diriwayatkan At-Tirmidzy, dan di bagian akhir ada tambahan, yaitu berupa
firman Allah,

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih, kelak Allah Yang
Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang." (QS
Maryam: 96).

Ada di antara orang salaf yang menafsiri ayat ini, bahwa Allah mencintai
mereka dan menjadikan mereka orang-orang yang dicintai hamba-hamba-Nya.

Di dalam Ash-Shahihain, dari hadits Anas Radhiyallahu Anhu, bahwa ada
seorang laki-laki bertanya kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam tentang
hari kiamat. Beliau bertanya, "Apa yang telah engkau persiapkan untuk
menghadapinya?"

"Tidak ada sama sekali. Hanya saja saya mencintai Allah dan Rasul-Nya."
Jawab orang itu.

Beliau bersabda, "Engkau beserta orang yang engkau cintai."

Anas Radhiyallahu Anhu berkata, "Tidak ada sesuatu pun yang membuat kami
gembira seperti kegembiraan kami tatkala mendengar sabda Nabi Shallallahu
Alaihi wa Sallam,

"Engkau beserta orang-orang yang engkau cintai."

Didalam riwayat At-Tirmidzy, dari Anas, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi
wa Sallam bersabda, "Seseorang itu beserta orang yang dicintainya dan dia
mendapatkan apa yang diupayakannya."

Muslim meriwayatkan di dalam Shahih-nya, dari hadits Abu Hurairah
Radhiyallahu Anhu, dia berkata, "Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam
bersabda,

"Allah berfirman pada hari kiamat, 'Manakah orang-orang yang saling
mencintai dengan keagungan-Ku? Pada hari ini Aku melindungi mereka di bawah
lindungan-Ku, pada hari yang tiada perlindungan selain perlindungan-Ku."

Di dalam Jami' Abu Isa At-Tirmidzy, disebutkan dari hadits Mu'adz bin Jabal
Radhiyallahu Anhu, dia berkata, "Saya pernah mendengar Rasulullah
Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

"Allah Azza wa Jalla berfirman, 'Orang-orang yang saling mencintai dengan
keagungan-Ku memiliki mimbar-mimbar dari cahaya, beserta para nabi dan
syuhada."

Di dalam Al-Muwaththa dari hadits Abu Isris Al-Khaulany, dia berkata,

"Saya memasuki masjid Damascus. Di sana ada seorang pemuda yang wajahnya
berseri-seri. Sementara orang-orang berkerumun di sekelilingnya. Jika
mereka memperdebatkan suatu masalah, maka mereka mengembalikan masalah itu
kepada pemuda tersebut, lalu mereka mengambil pendapatnya. Saya bertanya,
siapa pemuda tersebut. Mereka menjawab, dia adalah Mu'adz bin Jabal.
Keesokan hari saya cepat-cepat pergi ke masjid. Ternyata dia lebih cepat
dariku dan kudapatkan dia sedang mendirikan shalat. Saya menunggu hingga
seusai shalatnya, baru kemudian saya menghampirinya dari arah belakangnya.
Saya mengucapkan salam kepadanya, lalu berkata, "Demi Allah, saya
mencintaimu karena Allah."

"Apa? Karena Allah?" dia bertanya.
"Allah," jawabku.
"Apa? Karena Allah?" dia bertanya lagi.
"Allah," jawabku.
"Apa? Karena Allah?" dia bertanya lagi.
"Allah," jawabku.

Dia memegang ujung jubahku, lalu menarikku mendekatinya, seraya berkata,

"Terimalah kabar gembira ini. Sesungguhnya saya pernah mendengar Rasulullah
Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman,
'Kecintaanku pasti tertuju kepada orang-orang yang saling mencintai karena
Aku, orang-orang yang duduk bersama karena Aku, orang-orang yang saling
berkunjung karena Aku dan orang-orang yang saling memberi karena Aku'."

Dalam Sunan Abu Daud dari hadits Abu Dzarr Radhiyallahu Anhu, dia berkata,
"Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

"Amal yang paling utama ialah mencintai karena Allah dan membenci karena
Allah."

Di dalam Sunan Abu Daud juga disebutkan dari Umar bin Al-Khaththab
Radhiyallahu Anhu, dia berkata, "Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam
bersabda,

"Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah itu ada orang-orang yang mereka
itu bukan nabi dan bukan pula para syuhada', namun mereka bersama para nabi
dan para syuhada' pada hari kiamat dalam kedudukan mereka karena anugerah
dari Allah"

Mereka berkata, "Wahai Rasulullah, maukah engkau kabarkan kepada kami,
siapakah mereka itu?" Beliau menjawab, "Mereka adalah orang-orang yang
saling mencintai dengan ruh Allah tanpa ada hubungan kekerabatan di antara
mereka dan ikatan harta yang mereka ambil. Demi Allah, wajah mereka
benar-benar cahaya dan sesungguhnya mereka berada di atas cahaya. Mereka
tidak takut selagi orang-orang merasa takut dan mereka tidak bersedih hati
selagi orang-orang merasa bersedih hati."

Setelah itu beliau membaca ayat,
Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tiada ada kekhawatiran terhadap
mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati'." (QS Yunus: 62)

Dalam Shahih Muslim disebutkan dari hadits Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu,
bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

"Sesungguhnya ada seorang laki-laki yang mengunjungi saudaranya di desa
lain. Lalu Allah mengutus seorang malaikat untuk menunggu di jalan yang
dilaluinya. Tatkala orang itu sudah mendekat, malaikat bertanya, 'Hendak
kemana engkau?' Orang itu menjawab, 'Aku hendak ke tempat saudaraku di desa
ini'. Malaikat bertanya, 'Apakah engkau mempunyai kenikmatan yang akan
engkau ambil darinya?' Orang itu menjawab, 'Tidak. Hanya saja aku
mencintainya karena Allah Ta 'ala'. Malaikat berkata, 'Sesungguhnya aku
adalah utusan Allah kepadamu, (untuk mengabarkan) bahwa Allah mencintaimu
sebagaimana engkau mencintai saudaramu karena Allah'."

Seseorang berkata kepada Mu'adz bin Jabal, "Sesungguhnya saya mencintaimu
karena Allah."
Mu'adz menjawab, "Yang membuatmu mencintaiku juga mencintaimu."

Dalam Sunan Abu Daud disebutkan bahwa seorang laki-laki ada di samping
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Kemudian ada laki-laki yang lewat
di sana. Orang yang ada di samping beliau berkata, "Wahai Rasulullah, saya
benar-benar mencintai orang itu."
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bertanya, "Apakah engkau sudah
memberitahukannya?"
"Tidak," jawabnya.
"Beritahukanlah cintamu itu padanya," sabda beliau.
Maka orang itu menemui orang yang dimaksud, lalu berkata kepadanya,
"Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah."
Orang yang dicintainya berkata, "Yang membuatmu mencintaiku juga mencintaimu."

Di dalam Shahih Muslim, disebutkan dari hadits Abu Hurairah Radhiyallahu
Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

"Demi diriku yang ada di Tangan-Nya, kalian tidak akan masuk surga sehingga
kalian beriman, dan kalian tidak beriman sehingga kalian saling mencintai.
Maukah jika kutunjukkan kepada kalian jika kalian mengerjakannya, maka
kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian."

Al-Imam Ahmad berkata, "Kami diberitahu Hajjaj bin Muhammad At-Tirmidzy,
kami diberitahu Syarik, dari Abu Sinan, dari Abdullah bin Abu Al-Hudzaly,
dari Ammar bin Yasir, bahwa rekan-rekannya sedang menungguinya. Tatkala
Ammar sudah keluar, maka mereka berkata, "Apa yang membuatmu terlambat
menemui kami wahai Al-Amir?"

Ammar bin Yasir menjawab, "Akan kuberitahukan kepada kalian, bahwa seorang
saudara kalian dari orang-orang yang terdahulu, yaitu Musa Alaihis-Salam
pernah bersabda, "Wahai Robb-ku, beritahukanlah kepadaku siapakah orang
yang paling Engkau cintai?"

Allah bertanya, "Untuk apa?"
Musa menjawab, "Agar aku bisa mencintainya seperti cinta-Mu padanya."
Allah berfirman, "Yaitu hamba yang berada di ujung atau di pinggir dunia,
lalu ada hamba lain di ujung dunia atau di pinggir dunia lain yang tidak
melihatnya namun mendengarnya, jika hamba yang pertama ditimpa musibah,
maka seakan-akan musibah itu juga menimpa dirinya dan jika hamba yang
pertama tertusuk duri, seakan-akan duri itu juga menusuknya. Dia tidak
mencintainya melainkan karena Aku. Itulah makhluk yang paling kuncintai."
Musa berkata, "Wahai Robb-ku, Engkau menciptakan makhluk, namun Engkau
memasukkan mereka ke dalam api neraka atau menyiksa mereka."
Lalu Allah mewahyukan kepada Musa semua makhluk-Nya, kemudian berfirman,
"Tanamlah tumbuhan!" Maka Musa melakukannya.
Allah berfirman, "Siramilah tumbuhan itu!" Maka Musa melakukannya seperti
yang dikehendaki Allah. Lalu Musa memetik buahnya dan menyimpannya.
"Apa yang kamu lakukan terhadap tanamanmu wahai Musa?" Allah bertanya.
"Aku memanennya semua dan menyimpannya." Jawab Musa.
"Apakah kamu tidak menyisakan sedikit pun darinya?"
"Aku menyisakan yang tidak baik atau yang tidak kuperlukan," jawab Musa.
Allah berfirman, "Begitu pula Aku, yang tidak menyiksa kecuali orang yang
tidak ada kebaikannya."

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

(Ya Allah, hidupkanlah hatiku dengan cinta-Mu dan jadikanlah aku bagi-Mu
seperti yang Engkau cintai)


(Sumber: Bahasan utama disandarkan pada karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah:
"Taman Orang-orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu")
Read More...
separador

Labels