Ini pengalaman pertama mengajar Bahasa Inggris di tempat bimbel dan yang diajarkan adalah anak SD kelas 5, waaaw, it's so amazing for me :D
Jadi begini ceritanya..
Semua berawal saat "kakek", julukan untuk salah satu teman SMA ku, menawarkan untuk memasukkan lamaran di salah satu bimbingan belajar alumni, yaitu BBA 99, yang merupakan bimbingan belajar yang didirikan oleh kakak alumni SMA 99, SMA kita dulu. Dan kemudian aku mencobanya, aku membuat CV dan mencoba mendaftar di bimbel tersebut. Namun ternyata saat kakek mengajakku untuk menyerahkan lamaran, aku belum punya waktu untuk datang ke bimbel tersebut. Akhirnya dia membantuku, CV yang sudah ku buat ku kirimkan ke email-nya dan dia yang menyerahkan CV aku via email juga mungkin ke BBA 99 itu.
Selang seminggu, kakek cerita dia sudah dipanggil untuk test tertulis dan micro teaching di bimbel tersebut, namun panggilan buatku belum juga datang. Dalam hati aku berpositif thingking bahwa jika memang rezeki ga akan kemana, jika belum diterima bisa mencoba kembali. Hehe.
Lalu kemudian aku pun menawarkan kepada temanku juga, satu OSIS dulunya dan sekarangpun satu fakultas, hanya saja dia ada di jurusan biologi. Dia pun mengirimkan CV dan sudah test tertulis juga namun belum test micro teaching.
Ternyata pada saat yang bersamaan aku dapat kabar untuk test tertulis sekaligus test micro teaching di hari saat mba wi, begitu panggilanku untuk teman OSIS-ku itu, akan test micro teaching juga. Alhamdulilah panggilan itu datang juga untukku, Allah baik banget sama aku.
Hari itu, aku pun test, namun ternyata test mata pelajaran fisika, padahal ku memasukkan lamarannya mengajar matematika. Karena tak ada persiapan, dalam waktu satu jam lebih, aku tak bisa mengerjakan hampir semua soalnya, padahal materi yg diujikan hanya Bab Gerak Lurus, namun tanpa persiapan aku tak dapat mengerjakan apa-apa, hanya bia menjawab beberapa soal dan itupun ku tak yakin. Akhirnya aku mengajukan nego bahwa di CV yang aku buat aku melamar untuk mengajar matematika, bukan fisika, alhasil kakanya bisa mengerti dan soalpun ditukar menjadi soal matematika dan benar saja, dalam waktu setengah jam aku sudah dapat menyelesaikan soal tersebut dengan lancar dan yakin. Hihii, aneh, padahal aku jurusan fisika, namun entah mengapa aku lbih menyukai soal-soal matematika dan aku lebih menyukai mengajar matematika :D
Selesai test tertulis, hari itu aku melanjutkan test micro teaching ba'da dzuhur, materi yang aku bawakan adalah trigonometri, alhamdulilah semua lancar dan kakanya bilang tunggu kabar untuk magang, baru menjadi pengajar di bimbel tersebut.
Selang beberapa waktu, kakanya menghubungiku untuk magang, mengawas tryout dan mengajar namun waktunya belum ada, bahkan mba wi selalu bertanya padaku kapan ngajar di BBA 99 dan selalu ku jawab belum sempat, belum ada waktu, sampai dia bilang aku orang yang sangat sok sibuk, hehe, padahal memang begitu kenyataannya.
Sampai tiba waktu itu datang, saat kakanya menghubungi ku untuk mengajar matematika, hari Kamis, 7 April 2011 jam 4 sore dan aku bisa, ini saatnya aku mengajar. Dan pagi ini mendapat sms dari kakanya yang menawarkan mengajar SD, jam 2, namun mengajar Bahasa Inggris SD kelas V, karena kata kakanya aku ada basic les Bahasa Inggris, padahal itu sudah lama sekali lesnya, hihii. Tapi tak apalah, akupun menerima tawaran kakanya itu.
Tibalah hari ini, aku berangkat jam setangah 2 dari rumah diantar oleh adikku ke BBA pusat di dekat SMA 99, mengambil soal, lalu kemudian dengan diantar oleh murid ke Bba cabang karena ternyata hari ini aku kebagian mengajar English SD di BBA cabang dekat SMP 258. Saat aku datang muridku sudah bersiap untuk belajar. Ternyata kaka yang jaga di cabang juga memberikan soal kepadaku, dan hari ini katanya adalah jadwal untuk membahas soal Tryout kemarin, jiyaaah, yasudah aku mengikuti prosedur saja dulu yaitu membahas soal tryout.
Saat melangkahkan kaki dalam kelas, tiba-tiba jantungku berdebar, deg-degan mengajar mata pelajaran yang bukan keahlianku ini, namun dengan bismillah ku luruskan niat mengajar. Sebelum mulai mengajar seperti biasa aku mengajar di Gema UI, berdoa dulu sebelum mulai. Setelah itu satu persatu membahas soal yang ada. Ada murid yang interesting dan banyak nanya, interaktif menjawab, dan ada juga yang mengacuhkan aku, huaaaa, ada murid yang tidak memperhatikan aku dan tidak peduli dengan penjelasan aku. Hiks hiks, sedih ihhh, apa ada yang salah yaaaa.
Hmmm, akhirnya di tengah soal yang ada aku mendekatinya dan menyuruhnya untuk menjawab pertanyaan di soal tersebut. Dan ternyata dia bisa menjawab walau dengan ekspresi wajah yang tidak enak dilihat, hehehe. Namun aku tak menyerah, aku berusaha mencari taw kenapa bisa begini dan bagaimana harus mengatasinya.
Setelah semua soal selesai dibahas, aku memberikan pilihan kepada murid-muridku untuk memilih untuk mengerjakan soal lagi atau mau di jelaskan materi yang akan aku sampaikan hari itu tentang tenses, simple past tense dan simple present tense. Namun mereka semua memilih untuk mengerjakan soal-soal lagi, yasudaah, akhirnya aku membagikan soal yang aku dapat dari pusat. Aku memberikan selang waktu mengerjakan sebelum aku membahasnya. Dan disela-sela mengerjakan ini aku mendapatkan hal-hal baru dari anak-anak SD ini. Hehe klo inget-inget jadi senyum-senyum sendiri, hihii
Saat semua murid mengerjakan, aku memilih duduk dibelakang mereka, sambil mengawasinya. Tiba-tiba si anak yang tadi tidak mau memperhatikan aku bertanya begini, "kaka kaka, kaka bisa matematika ga?". Aku menjawab. "hmm, lumayan bisa, kenapa emang dek?". Kata anak tadi, "coba ka ayoo kita cepet-cepetan menghitung yaa, kali-kalian dalam waktu 20 detik."
"boleh, siapa takut, mau ngetest aku ya, hehe" kataku sambil tersenyum.
"75x75 berapa hayoo ka?" katanya kemudian
Aku pun menuliskan 75x75 bersusun kebawah namun aku tak mnggunakan cara perkalian biasa, aku menggunakan cara cepat yang kudapat dari seorang teman.
Si anak tadi menghitung dari 1 sampai 20 dan aku bergegas menghitungnya.
"5625", jawabku sambil memperlihatkan caraku menghitung.
"ihh kaka, caranya sama kayak aku ka, hehe. Coba lagi ka 132x132 berapa ka?
Aku kemudian bingung, hmmm berapa ya, lalu si anak tadi menggunakan cara yang sama dengan perkalian sebelumnya. Dalam hati aku berfikir, cara itu tak bisa digunakan dalam soal ini dek, dan tanpa diketahui mereka, aku menghitung duluan menggunakan kalkulator dan hasil yang ku dapat ku simpan dalam otak. Kemudian dua muridku maju ke depan, menghitung di papan tulis, yang satu menggunakan cara yang sama dengan sebelumnya, yang satunya menggunakan cara perkalian bersusun biasa dan hasil yang di dapat berbeda, yang benar adalah yang menggunakan cara perkalian bersusun biasa. Dan aku menjelaskan bahwa cara yang tadi hanya dapat digunakan untuk menghitung puluhan kelipatan 5, yang ada angka 5-nya dibelakang ;)
Setelah itu aku kembali menyuruh mereka untuk fokus pada soal yang aku berikan tadi, soal English karena materi yang akan dipelajari hari ini adalah English, bukan matematika. Hihii. Mereka mengerjakan kembali, beberapa ada yang aktif bertanya ini itu dan aku berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka.
(dalam hati aku tersenyum, aku bisa menahlukkan anak yang diawal kelas tadi mengacuhkan aku, hehehe)
Jam 3 aku membahas soal-soalnya dan cara yang aku gunakan adalah muridku satu persatu aku suruh membaca soal dan menjawabnya. Jam setengah 4 kelas berakhir dan mereka semua bersiap-siap pulang.
Lalu aku bersiap solat asyar karena harus menyiapkan materi untuk mengajar matematika kelas IX SMP jam 4 nanti :)
Begitulah hariku bersama muri-murid. Klo di fikir-fikir aku lebih banyak menghabiskan waktu bersama murid-muridku dan menghabiskan waktu untuk kuliah dikampus sampai terkadang aku mengabaikan masalah hatiku ^^













0 comments:
Post a Comment