sudah lama sekali rasanya ga mainan blogger...
apa kabar dunia menulisku, huuaaa, aku terlalu sibuk bahkan untuk mampir mengunjungi hobiku pun tidak sempat, huhuhu....malem ini temanya adalahhh...... R I N D U
Aku rindu berbicara banyak hal, menyandarkan kepala di pundaknya, sambil
tertawa menangis bersamanya, bahkan aku rindu mendorong mobil bersamanya. Aku rindu ngebolang berdua dan ingatkah engkau saat tengah malam kita
dorong mobil mogok di tengah tol berdua - ahh, rasanya sudah lama sekali kejadian itu berlalu. Aku rindu kebersamaan kita, ayah. Bahkan sekarang, saat engkau sudah
pindah dinas dann kegiatan mengajarku menjadi lebih banyak, kita jarang bersapa. Mengapa waktu menjauhkan kita ayah, atau apakah aku terlalu sibuk dengan
urusanku sendiri, kemana kebersamaan kita dulu, aku rindu dg kita. Aku ingat percakapan kita di mobil saat ayah menjemputku usai aku
menyelesaikan sidang skripsiku. Itu mungkin terakhir kita bicara tentang masa
depanku. Tentang impianku dulu yg tak mungkin terwujud. Tentang harapan dan harapan
indah untuk masa depanku. Aahh, rupanya saat ini aku sibuk dengan kegiatanku. Saat ayah pulang kerja, aku berangkat ngajar. Atau kadang saat ayah belum
plg, aku sudah berangkat ngajar. Bahkan saat aku pulang, ayah sudah tertidur karena lelah. Tapi tahukah engkau ayah, aku melakukan ini semua bukan tanpa sebab. Aku
sedang berusaha mewujudkan impian sederhanaku untuk kalian, ayah dan ibu. Sebuah impian yang entah bagaimana komentar orang lain dengan kondisiku yang seperti ini tapi
aku yakin Allah tidak buta, Beliau melihat bagaimana usahaku untuk mewujudkannya. Doakan aku ya, semoga aku mampu untuk mewujudkannya. Aku sayang ayah,
ibu. Semoga akupun bisa membntu adikku untuk mewujudkan cita-citanya :)
Ibu....maavkan aku karena kegiatanku menjauhkan ku darimu. Maav karena sekarang aku tak selalu bisa mendengar keluh kesahmu setiap
saat. Tapi aku berusaha untuk selalu meluangkan waktuku untukmu. Aku berusaha ada saat ibu perlu untuk menemani ke sana kemari, saat ibu
ingin mengeluarkan curahan hati, berusaha memberikan apa yang ibu butuh. Aku mungkin tidak bisa memberikan saran terbaik untuk setiap masalahmu.
Tapi aku bisa meluangkan waktuku untuk mendengarkan keluh kesahmu. Dan tahukan ibu, saat ibu katakan sedang ingin ini, ingin itu, aku mungkin
hanya bisa diam, tapi otakku berfikir bagaimana bisa memberikannya untukmu. Maav jika sampai saat ini aku belum bisa jadi yang terbaik, tapi aku akan terus belajar
agar bisa jadi yang terbaik. Maav jika sering membuatmu khawatir dengan kegiatanku. Tapi ibu harus tahu bahwa kegiatan yang kulakukan, semua hanya untuk mewujudkan
impian sederhanaku untuk kalian dan ibu tidak perlu khawatir karena aku yakin aku bisa menjaga
diriku sendiri.
Kamis, 28 Februari 2013 - hari ini aku benar-benar merasakan rindu ayah dan
ibuku. Betapapun sibuknya diriku, mereka bergantian selalu menunggu aku pulangg ke rumah. Bahkan akupun baru sadar. Impian yg ak punya hanyalah untuk ayah, ibu dan adikku.
Saat ibu bertanya, lalu impian buat km apa? Bisa mewujudkan impian untuk kalian itu sudah cukup. Yaa, hanya itu. Karena impianku terdahulu sudah ku simpan rapat dalam memori
ingatanku. Terkubur bersama percakapan masa depan bersama ayah saat itu. Yaa, hnya itu. Krn impianku trdahulu sudah ku simpan rapat dlm memori
ingatanku. Terkubur bersama percakapan masa depan bersama ayah saat itu. Tapi aku tidak kecewa. Karena takdirku mungkin tidak di sana. Allah dan kalian lebih tw mn yg trbaik utk masa depanku. Jika Allah mengizinkan, biarlah adikku yg melanjutkan impianku yang juga
merupakan impiannya. Berjuanglah adikku. Aku dan keluarga mendukungmu.
Terkadang muncul pertanyaan, bagaimana dengan pendamping? Ahh, aku punya keluarga dan teman-teman
serta orang terdekat yang selalu support aku. Biarlah dia datang di waktu yang tepat. Biarkan Tuhan mempertemukan kita dengan jalanNya. Biarlah dia datang disaat
yang tepat, saat aku memang sudah siap dengan semuanya. (•ˆ⌣ˆ•) Rasany ingin sekali memeluk ayah dan ibu, lalu mencium keningnya. Sambil
berkata, aku sayang kalian. Dan aku merindukan kebersamaan dengan kalian. Semoga Allah masih memberikan nikmat hidup agar ku bisa mewujudkan itu semua.
Singapura: Pertama Kali dalam Hidup
11 years ago













0 comments:
Post a Comment