tertegun sendiri ku dalam sepi ini
terlintas dalam angan
aku ingin ada seseorang menemani hariku
sekedar berbagi cerita dan perhatian ditiap kegiatanku
namun ku rasa itu hanya angan saja
karena sampai saat ini aku tak mampu meraihnya
entah harus bagaimana lagi
namun aku sudah lelah dengan keadaan ini
terlalu sulit menunggu dalam suatu ketidakpastian
dan saat aku benar-benar rapuh, aku jatuh, aku terpuruk
ku harap dia datang memapahku
namun nyatanya dia tak kunjung datang
kemudian saat diri ini tertatih seorang diri
dia datang tanpa dosa, mengangkatku
lalu menjatuhkan ku lagi
selalu begitu dan berulang terus
aku sudah lelah, aku puun jenuh
aku ingin menyerah, sungguh aku ingin menyerah
namun dia mminta ku tetap menunggu
yang bahkan dia pun tak dapat memberikan kepastian untukku
sampai kapan aku harus seperti ini
di kala hati sudah bersiap move on
tiba tiba dia berkata, “tunggu aku”
dengan mudah dia berkata seperti itu
kadang aku ingin bertanya
pernah ga sii dia mikirin gmn perasaan aku
dapet perlakuan yang seperti ini
tapi kog aku dengan bodohnya
masih dan masih tetap bertahan
yang bahkan akupun tak tahu untuk apa
ya Tuhan, harus bagaimana lagi aku bersikap mengahadapinya
aku sudah muak, lelah dan jenuh
namun mengapa hati ini masih untuknya L













0 comments:
Post a Comment